Kata Pertama

Aku selalu bermain dengan kata. Merubah halunisasi itu dan membangkitkannya dalam kata, mungkin sebagian orang tak akan mampu merasakannya menjadi sama seperti senja diujung lautan namun aku pernah, aku pernah berada diujung lautan sambil mengenggam kata itu.

Kata yang aku bawa untuk aku tempel pada dinding kamarku. Kata mu, kamu setia, kata mu, kamu akan selalu bersahaja, namun apa? Kini yang aku dapat hanyalah dusta.

Kata ku hilang begitu saja, menjadikannya sama seperti terbawa angin yang menutup waktu. Lautan dan seisinya tahu dengan pasti seperti apa aku dan kata itu tergerus ombak.

Makassar, 23 Agustus 2017 at 06.15 PM.

post

Iklan

Dilema Rasa

Dilema Rasa (@rizkyyacobus_) 19/11/17

Kita telah melewati masa-masa tersulit dalam perjalanan cinta kita.
Melewati banyak kerikil dan duri yang kerap kali menghantam jalan-jalan asmara kita, kini kita dihadapkan dengan pilihan sulit antara berjuang atau melepaskan kesucian cinta ini.

Mungkin telah banyak doa-doa yang kupanjatkan namun nyata-nya kau masih saja mempertahankan egomu untuk tidak melepaskannya.
Dia siapa? Dia yang kau selipkan dalam setiap jejak kita?
Dia yang telah merenggut semua bahagia kita? Atau dia yang kau katakan sebagai tempat ternyamanmu?

Ya, aku telah rela jika semua harus berakhir disaat aku sedang sayang-sayangnya. Meninggalkanmu yang sedang berada dipersimpangan rasa itu agar kau temukan nyamanmu bersama dia yang lain dan semoga dia mampu menjadikanmu yang terbaik sama seperti yang aku lakukan dulu.

#DipersimpanganDilema

Terinspirasi dari Lagu Terry – Dipersimpangan Dilema

#rizkyyacobus

Dear Someone

image

Credit Picture by Pinterest

Dear Someone,

Jika mencintaimu adalah sebuah keharusan, maka aku siap untuk jatuh cinta kepadamu namun jika meninggalkanmu adalah sebuah tuntutan, maka aku tak siap untuk itu sebab bayanganmu terlalu pekat bahkan membutakan mata hatiku.

Kamu cantik, kamu baik, dan aku menyanjungmu lebih dari apapun karena aku percaya ada sesuatu yang mendorongku untuk mencintaimu namun itu bukan paksaan melainkan keharusan yang membuatku harus jatuh cinta kepadamu namun aku juga harus tahu bahwa belum tentu kau memiliki rasa untuk memilikiku.

Dear Someone,

Kamu begitu berarti dalam setiap hariku berjalan sebab kamulah yang membuat aku terlihat kuat, tegar, dengan segala yang aku lakukan. Jika kamu membaca ini aku ingin kamu mengerti bahwa aku adalah penggemarmu yang tak bisa mengucapkan kata cinta itu, mungkin sudah tetapi aku yang tak paham bagaimana menyakinkan dirimu.

Makassar, 2017
rizkyyacobus

Cinta Manusia Pantai

image

Credit Picture by Jeromi

Aku berjalan bersama ombak yang mengibaskan airnya ke lutut, menemui matahari yang kian memerah dan juga berpadu bersama  siulan burung terbang kian kesana kemari membawa cerita.
Aku suka pantai, deburan ombaknya serasa ingin mengajakku bercinta dengan sinar violet diujung sana, aku suka pasir, membangun istana lalu terbuyar oleh ombak.

Suka dukaku bermula darisana, merasa cinta ada didepan mata dan duduk memanjangkan kaki bermain air, yah, kamu harusnya tahu bahwa aku selalu menunggumu disini, menunggumu dengan cinta yang tak kalah luasnya dari samudera, dan segala isi maupun karang-karang berduri lainnya.

Kamu menyadarkanku bahwa cinta bermula ditepi pantai, aku suka kamu sejak hari itu dan segalanya semakin sempurna saat kau dan aku saling bergenggaman tangan memintal gelombang pertanda baik dan menyulam kenangan bersama pantai.

Makassar, 9 November 2017
rizkyyacobus

Hujan Malam Minggu

image

Credit picture by Google

Sepiku datang lagi.
Kumat,
Sesak di dada.
Ah, damn!!
Kenapa harus aku yang jadi korbannya?
Mungkin rahasianya sang waktu.
Dan alhasil rindu itu semakin bergelora, kalah aku rupanya apalagi diluar hujan, malam minggu pula dan Ya ampun aku terjajah rindu dan beratnya terasa hingga ke ulu hati.

Makassar, November 2017
rizkyyacobus

Akadku

image

Credit Picture by @djunaedi12 dan Safrina

Sayang, kita telah sampai diujung cerita, dipenghujung pengharapanku ingin memilikimu, aku tahu walau aku tak setampan tujuanmu tetapi aku ingin kau ada selalu disini.
Sayang, kau pastinya tahu sudah lebih dari tiga ratus enam puluh lima hari kita selalu bersama, berjalan, bergandengan tangan sambil memetik buah-buah cinta dan hari ini aku seakan ingin mengatakan satu hal sebab aku tak mau main-main.

Memilihmu ‘tuk menjadi pendampingku, membuka lembaran baru denganmu, menutup mata saat tidur denganmu, bersama denganmu selalu bersama hingga ajal nanti datang ‘kan menjemput.
Aku ingin kita melihat generasi dari generasi kita tumbuh, aku ingin menimang anak dari anak kita kelak, aku ingin kamu yang menjadi tiang penyangga kita karena aku yakin cinta yang kau miliki mampu menutupi segala keraguanku.
Oh Sayang, menikah-lah denganku sebab hanya satu yang aku inginkan yaitu kamu-kamu menjadi pelengkap dalam hidupku, yang terakhir dan untuk selamanya.

Makassar, November 2017
rizkyyacobus

Edisi Parade Puisi : Aku, Yang Terabaikan, dan si Bunga Tidur itu.

image

Credit Picture by Google

Aku

Langit masih sama walau hujan dan panas terik bersatu dalam sebuah bingkai hari yang panjang,
Laut juga masih seperti sedia meski ombak datang menggulung karang dan mengikisnya kemudian,
Lalu gunung pun berlaku sama, tetap menjulang tinggi walau angin meniup ranting pohon cemara,
Dan aku masih sama meski seringkali aku abaikan.

Rizky, Makassar 2017

Yang Terabaikan

Rentang waktu menyuratkan kepedihan akibat meninggalkan serpihan cinta yang tertahan lalu menyulam sajak rindu membawa sabda sempurna dan mengilhaminya.
Seketika hujan sore itu, membuat aku tersadar bahwa aku hanyalah kacung dalam setiap belaian hangat tangan-tangan dewa.

Rizky, Makassar 2017

Bunga Tidur

Kamu adalah bunga tidur yang selalu aku tunggu disepanjang malam tiap kali aku menutup mata dan berbaring yang selalu aku tunggu hingga saat ini bahkan kamu adalah penantian terbesar sejak aku pertama kali melihatmu.
Aku tak mau munafik tetapi ini jujur aku butuh kamu, aku sangat membutuhkan kamu tuk ada disini dan tidak hanya menjadi bunga tidur tetapi nyata ada disini, disampingku.

Rizky, Makassar 2017